Kategori
Parenting

Parenting Anak Perempuan Yang Mulai Remaja

parenting anak perempuan yang mulai remaja
Ada sebagian pedoman yang udah teruji oleh waktu dan selamanya berlaku.
Alhamdulillah, aku tidak kembali perlu membesarkan seorang anak; putri aku sekarang udah dewasa. Saya sebetulnya mengkhawatirkannya, namun tidak sebanyak yang aku jalankan kala dia tetap kecil, kemudian remaja, selanjutnya mahasiswa. Ini tidak bermakna bahwa aku mirip sekali tidak pikirkan padanya; ini hanya bermakna bahwa tingkat kepedulian aku terhadapnya udah menurun.

Perasaan hypervigilance aku mungkin disetel dengan baik ke pengaturan setinggi mungkin waktu aku bekerja sebagai petugas polisi. Karena hal-hal yang udah aku menyaksikan dan dengar, aku sadar bahwa jika Anda tidak memelihara kepala Anda selamanya berputar, dunia luar mungkin merupakan tempat yang berbahaya.

Kewajiban aku untuk waspada terhadap lingkungan kira-kira adalah sesuatu yang tidak pernah aku coba untuk membenarkannya. Saya selamanya mendesaknya, dan aku tetap mengingatkannya secara teratur, untuk mendahulukan kesejahteraannya sendiri, untuk jauhi mengambil alih risiko yang tidak perlu, dan untuk jauhi mendasarkan pilihan-pilihan yang jelek terhadap rasa cemas mengganggu sentimen orang lain.

Saya menasihatinya, “Katakanlah demikianlah jika Anda tidak ingin pergi ke pesta atau jika Anda tidak ingin minum berasal dari orang lain di bar.” Ketika dia akan menyebutkan hal-hal kepada ayahnya yang berbunyi “Oh Ayah, kamu terlalu berlebihan, aku akan baik-baik saja.” Saya akan menyeringai ramah dan berkata, “Saya percaya kamu akan baik-baik saja. Saya percaya penilaian Anda. Tetapi terlepas berasal dari itu, perhatikanlah orang-orang di kira-kira Anda dikarenakan hal-hal yang mungkin dan akan terjadi.

Sungguh membingungkan untuk berpikir bahwa pria dan wanita memiliki perspektif yang tidak sama perihal potensi keparahan bahaya yang tersedia di dunia. Sebagian besar pria meniti semua hidup mereka tanpa mengayalkan pertanyaan apakah mereka safe atau tidak nyaris tiap-tiap waktu dalam hari-hari mereka. meskipun sebagian besar wanita mempertimbangkan topik ini secara teratur, jika tidak secara tetap menerus.

Jika Anda seorang pria dan Anda memasuki raise di garasi parkir dengan pria lain yang tidak Anda kenal, hal pertama yang mungkin tidak terlintas di benak Anda adalah apakah pria ini akan coba menyerang Anda atau tidak. Selama periode singkat (dan kerap kali tidak menyenangkan) berasal dari perjalanan itu, terlalu mungkin bahwa itu akan menjadi hal pertama dan cuma satu yang terlintas dalam asumsi Anda jika Anda seorang wanita.

Jika Anda seorang pria, Anda mungkin tidak terlalu mengayalkan keselamatan spesial Anda kala Anda menempuh jarak berasal dari kendaraan Anda ke pintu masuk pusat perbelanjaan terhadap Sabtu malam jika Anda berkendara ke mal, parkir di salah satu barisan luar, dan kemudian masuk.

Anda percaya akan kemampuan Anda untuk mengendalikan diri, dan lebih-lebih lagi, bagaimana mungkin seseorang akan coba merampok atau membajak Anda waktu Anda muncul berasal dari kendaraan Anda? Saat Anda menghindari berasal dari pertolongan relatif mobil Anda dan masuk ke dalam mal dalam ruangan yang relatif aman, mungkin ke-2 anggapan tersebut, tak hanya hal-hal lain, akan terlintas di kepala Anda jika Anda seorang wanita.

Ada sebuah pepatah yang udah beredar di Internet dan platform tempat sosial lainnya, dan sebagian wanita udah diyakini udah mengatakannya. Pepatah ini bermuara terhadap inspirasi bahwa kekuatiran terbesar seorang pria adalah bahwa seorang wanita akan mengolok-oloknya. Ketakutan terbesar yang mungkin menghampiri seorang wanita adalah bahwa seorang pria akan mencabut nyawanya.

Membaca kata-kata ini menyebabkan aku kagum dan sekaligus terasa sedih dikarenakan aku seorang pria. Ketika mereka mendengar pernyataan tersebut, sebagian besar kawan wanita aku menganggukkan kepala dan membuktikan bahwa mereka sepakat dengan pernyataan tersebut. Jika Anda seorang wanita dan Anda membaca ini, maka mungkin besar Anda sepakat dengan apa yang udah dikatakan.

Jika Anda seorang pria dan Anda membaca ini, mungkin besar Anda menggelengkan kepala dengan kagum atau menggumamkan sesuatu di sepanjang baris “Benarkah? ” Tidak mungkin! Saya seorang pria yang baik. Saya memiliki sikap hormat terhadap wanita. Batasan aku dipahami dengan baik oleh saya. Saya tidak berniat membahayakan keselamatan wanita mana pun. Bagaimana mungkin mereka bisa terasa seperti itu perihal saya?

Oke, bagus untuk Anda, namun berhentilah memuji diri sendiri dikarenakan sebetulnya begitulah seharusnya; Anda seharusnya waspada dan hormat terhadap wanita, lebih-lebih yang tidak Anda kenal. Oke, bagus untuk Anda, namun berhentilah memuji diri sendiri dikarenakan sebetulnya begitulah seharusnya.

Namun, Anda perlu mencermati bahwa sebagian besar wanita yang Anda kenal memelihara kepala mereka selamanya tinggi tiap-tiap waktu waktu mereka berada di tempat lazim di mana mereka tidak selamanya terasa safe dengan keselamatan mereka. Sebagian besar pria tidak sadar fakta ini atau, yang lebih jelek lagi, mereka tidak pikirkan bahwa hal itu selamanya terjadi.

Akibatnya, kala putri aku tetap remaja, aku menyusun empat prinsip untuk keselamatan dan kesuksesannya, berdasarkan banyak kisah yang udah aku baca, dengar, atau alami dalam menggerakkan tugas sebagai petugas penegak hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *